Jangan Ngaku Cinta Kalau Kamu Masih Melakukan Ini

Sabtu, 01 Februari 2014

advertisement
apakah mereka ini idola kalian? apa hebatnya kalau cuma menang tampang dan suara?

Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib: Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalb as bersama Nabi. Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW: “Apa faedah dari huruf hijaiyah ?” Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib: “Jawablah”. Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “Ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”. Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”. Kemudian Ali berkata:


“Adapun alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh.
Adapun ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya. (BAQA)
Adapun ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya. (TAUBAT)
Adapun tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”.
Adapun jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.
Adapun ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang. (HAQ)
Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.
Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat. (DIN)
Dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan. (DZUL JALALI WAL IKRAM)
Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
Za’ artinya hiasan penghambaan.
Sin artinya Maha mendengar dan melihat.
Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya. (SYUKUR)
Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.
Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.
Tha artinya Yang suci dan mensucikan. (THAHIR)
Dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-anda. (DZHAHARA)
Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya. (‘ALIM)
Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.
Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan. (FALAH)
Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya. (QADIR)
Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan. (KAFA)
Adapun lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya. (LATHIF)
Mim artinya pemilik semua kerajaan. (MALIK)
Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya. (NUR)
Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.(WAHID)
Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya. (HADI)
Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya. (LAA ILAHA ILLA ALLAH)
Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”.

Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”. Mendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam.


Seluruh kata-kata yang ada dalam kurung dan dicetak kapital diatas adalah tambahan dari saya untuk menjelaskan pada pembaca kata yang dimaksud (mohon dilengkapi jika ada yang tahu yang belum kuisi dan diperbaiki jika ada kesalahan karena bahasa Arab saya jauh dari sempurna)

Saya kagum dengan penjelasan Ali bin Abi Thalib diatas. Saya suka dengan kejeniusan Ali bin Abi Thalib. Ada satu kisah lagi waktu seorang Yahudi bertanya ingin mengetes Ali (banyak yang mau ngetes Ali karena Nabi bilang “kalau aku ini gudang ilmu, Ali adalah pintunya”)

Jadi waktu itu dengan semangat si Yahudi itu nanya, “Berapa bilangan yang kalau dibagi tiap bilangan 1 sampe 10 tetap menghasilkan bilangan bulat?” Aku sih udah pernah ngitung ini kalau si Yahudi itu kebetulan nanya aku, aku langsung bisa jawab 2520. Tapi Ali bisa jawab lebih keren dari itu. Ali waktu itu jawab gini, “Kau kalikan aja jumlah hari dalam setahun (360) dengan jumlah hari dalam seminggu (7). Nanti kau dapat jawaban yang kau minta.” GILAAAA!!!! KEREN KALI KAN. Si Yahudi pun tercengang dan pulang dengan ekspresi yang bisa kubayangkan. Terbodoh, lalu dia mulai menghitung dan ternyata benar.

Dengan ini Allah membuktikan kepada kita walaupun Allah telah menjamin kepintaran Yahudi sebagai suatu anugerah bagi mereka yang belakangan ini kita ketahui penjelasan ilmiahnya (ada semacam kelainan dalam gen mereka yang membuat otak mereka bekerja lebih banyak), tapi masih mungkin bagi kita untuk mengungguli kejeniusan itu. (dan aku berniat menandingi mereka)


Jadi kejeniusan adalah kata kunci Ali. Tapi Ali hanya satu dari beberapa tokoh yang kukagumi. Masih ada Abu Bakar. Abu Bakar adalah yang paling shalih dari semua umat Nabi. Jika seluruh keimanan kita digabung jadi satu, itulah keimanan Abu Bakar. GILA GAK ITU? Gak kebayang kan.

Bagaimana dengan Umar? Aku lebih ngefans lagi. Umar itu pemimpin yang paling adil. Namanya saja Umar. Keras tegas sama orang kafir tapi lembut bukan main sama orang yang lemah dan membutuhkan. Nabi bilang, jika ada nabi lagi setelah aku, maka si Umar inilah orangnya. Semua pejabat bisa dicopotnya kalau berbuat semena-mena bahkan sama Yahudi. Masjid pun dibongkarnya kalau, ia berdiri diatas tanah dan gubuk seorang Yahudi dan dibangun tanpa persetujuannya. Anaknya sendiri pun diqishash-nya. Waktu anaknya udah sekarat waktu 90 cambukan dan minta ampun sama ayahnya. Dia malah bilang, “Kalau kau mati kirimkan salamku sama Nabi Muhammad, bilang sama dia aku udah melaksanakan hukum Allah.” Ada yang berani gitu? Dia pemimpin besarta tapi nyuci baju dan nambal baju sendiri. Orang aja heran melihat rumah khalifah kok biasa aja, padahal gubernurnya megah-megahan. Seorang pemegang syariat yang bertanggung jawab luarbiasa.

Ketiga tokoh diatas adalah perlambang kehebatan tertinggi umat Nabi yang bisa kubayangkan. Dan aku mengidolakan mereka dengan alasan yang jelas. Keshalehan dan kebaikannya, Kejeniusan dan ilmunya, dan Keadilan dan kekuatannya. Aku sering membayangkan jika mereka sedang berada diposisiku apa yang akan mereka lakukan. Misalnya suatu situasi membuatku harus berpikir TEGAS maka berarti aku akan mengambil jalan Umar dan bilang, “KAU SALAH! HARUSNYA BEGINI DAN BEGITU.” Jika dalam negosiasi di pikiranku merasa jalan DIPLOMASI harus dipilih, maka aku akan mengambil jalan ABU BAKAR dan bilang, “Coba kita pikirkan lagi siapa tahu ada solusi lainnya yang lebih tepat.” Jika suatu keadaan mengharuskan aku mengakalinya dengan CERDIK, maka aku menyebutnya jalan ALI.

Selain dari tiga tokoh diatas masih banyak lagi tokoh-tokoh yang kukagumi, sebut saja Hasan Al-Bana, Nabi Khidir, Ibrahim bin Adham. Mereka adalah tokoh-tokoh yang luarbiasa!!!

Aku tahu, pasti ada diantara kalian yang alergi melihat nama-nama islami seperti diatas karena kesannya (dalam pikirannya) terlalu ukhrawi. Mereka lebih suka mendengar nama yang terkesan kafir seperti Justin Bieber, Justin Timberlake, Jay Z, Kelly Clarkson, Bruno Venus dan sebagainya. Tapi aku katakan kepada mereka semua itu hanya ada dalam pikiran mereka.

Coba tebak bagaimana bisa mereka menyukai nama kafir tanpa sadar kalau mereka itu kafir? Karena media. Ya tentu saja. Media memperkenalkan orang-orang ini kehidupannya dari dekat sehingga kalian menyukainya. Sementara kalian hanya mengetahui nama ulama diatas lewat shalat dan ceramah saja, padahal kalau kalian tahu cerita hidupnya, cerita mereka lebih keren dari sinetron manapun. Bahkan disadur oleh hollywood.

Apa kalian berharap TV akan menyiarkan cerita mereka? Jangan harap. Kalau pun ada aku takut sudah dinodai dengan pesan-pesan yang aneh-aneh. Lebih bagus kalian cari sendiri. Cari bukunya, coba kenal lebih dekat dengan sahabat Nabi, misalnya Khalid bin Walid yang baru 18 tahun udah jadi ahli strategi perang! Padahal waktu itu gak ada game counter strike! Coba pikir!


Punya idola yang berkualitas dikit napa sih. Masak idola gara-gara suaranya doang? Gara-gara gantengnya doang? OK lah, katakanlah dia ganteng. Terus lantas kita harus ngikutin semua yang dia buat dalam hidupnya gitu?

Gak perlu kaleee.. Kecuali dia itu mantep karena akhlaknya, keren! Itu baru cocok diikutin. Kerjanya kawin cerai, menghibah, memfitnah, kok yang kayak gitu yang diikutin. Gak ada yang bisa diambil sama sekali (kecuali muka ama suaranya doang). Harusnya kalau emang suaranya bagus, ya dengerin pas dia nyanyi ajalah (itupun kalau lagunya bagus), ngapain ngikutin kehidupannya segala?

Aku lucu melihat korban-korban TV, media seperti kalian. Aku sih tidak terpengaruh karena aku tahu ada dialog seperti ini dibalik layar TV.

“Cuy, duit ente gimana?”
“Abis!”
“Gue juga! Kita bikin seminar lagi yuk, ngeruk duit dari peserta.”
“Ngapain bikin seminar, bagusan bikin ajang pencarian bakat.”
“Gimana ceritanya bisa dapet duit? Itu kan gratis.”
“Gak dari situlah. Dari juaranya kita keruk. Caranya...” mereka berbisik.
“OHH gitu... Tapi emang ada yang mau nonton?”
“Penonton? Itu mah gampang, mereka itu kayak sapi yang udah dicucuk hidungnya. Emang lu gak pernah bikin acara beginian ya?”
“Iya, yaudah gue ikut deh.”

Dan hasilnya apa? Keluarlah acara-acara yang kalian puja-puja itu.

Gak sepenuhnya salah kalian juga sih. Maaf ya aku menghina kalian berlebihan. Soalnya dulu Imam Malik juga pingin jadi musisi. Tapi dia nurut mamaknya waktu dibilang mamaknya, gak bagus jadi musisi nak, banyak dosanya, bagusan kau belajar sama ulama itu. Orang yang punya ilmu dijamin derajatnya sama Allah, baik di mata manusia maupun disisi Tuhan.


Jadi sekarang ini aku berpesan. Cobalah kalian lebih mengenal tokoh-tokoh islam dari pada tokoh karangan media yang gak ada apa-apanya itu. Beli bukunya, baca! Karena aku sudah jemu melihat orang yang ngaku idolanya Nabi Muhammad tapi nyebutin kebiasaan Nabi aja susah, kurma favorit Nabi aja gak tahu yang gimana. Katanya idola Imam Ghazali tapi cerita bergurunya aja gak tahu. Ampun deh...

Terakhir aku mau kasi bonus lagu nih, dari Punk Muslim, judulnya Muhammadku Idol. Sama lagunya Haddad Alwi judulnya Muhammadku.
 

Tulisan Populer

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Selalu ketinggalan tulisan terbaruku? Tinggalkan saja alamat emailmu! Jadi aku bisa memberitahumu tiap kali sebuah tulisan baru terbit.