Dua Ujian Terberat Dalam Kehidupan

Kamis, 24 Juli 2014

advertisement

Cinta itu bukan kata saja melainkan kata kerja. Kita tidak bisa bilang seseorang mencintai pasangannya bila belum ada satu bukti pun yang menunjukkan kebenaran cintanya itu. Itu sebabnya tidaklah patut bagi seorang perempuan percaya pada laki-laki yang suka mengumbar kata dan menyatakan cinta padanya jika laki-laki tersebut belum mampu menunjukkan bukti keseriusannya. (misalnya dengan mendatangi walinya)

Itu sebabnya tatkala kamu bilang cinta dan sayang pada Allah dan RasulNya, Dia malah menguji kamu dengan beberapa cobaan seperti yang difirmankan dalam surah At-Taubah yang kira-kira artinya:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum membuktikan (yang mana) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan orang yang tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. At-Taubah: 16)

Belajar dari sejarah hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Mekah ke Yatsrib aku mendapati bahwa sesungguh ujian itu dibagi kedalam dua jenis, yaitu, ujian niat dan ujian kesungguhan. Sebelum membahas ujian yang pertama ada baiknya jika kita membahas ujian yang kedua terlebih dahulu.

UJIAN KESUNGGUHAN
Pada saat hijrah, muslim yang diuji kesungguhannya adalah mereka yang diberikan COBAAN oleh Allah berupa ancaman dari orang-orang kafir Quraisy. Ada yang diancam putus hubungan dengan saudaranya jika berani hijrah. Ada yang diancam bahwa keluarganya tidak akan selamat jika dia berangkat. Ada yang diancam akan dihancurkan usahanya jika tetap bersama Nabi. Bahkan sampai disiksa dengan batu yang besar dibawah terik matahari yang panas.

Si perempuan ingin melihat apakah laki-laki itu akan tetap menjemput jika hujan badai menghadang? Apakah laki-laki itu akan terjerumus jika ada perempuan lain yang mendekatinya? Apakah laki-laki itu akan tetap sayang jika tahu ia punya banyak kekurangan? Apakah laki-laki itu akan tetap setia menunggu dalam pengabaian? Apakah laki-laki itu akan tetap berani datang ke rumah ketika mengetahui bahwa ayahnya galak?

Ujian jenis ini panasnya membakar. Aku membayangkannya seperti perang Badar.
Tapi Nabi bilang, ada perang yang jauh lebih besar daripada perang Badar. Itulah yang akan dirasakan oleh orang yang dicoba dengan ...

UJIAN NIAT
Ujian niat sekilas tampak lebih ringan karena tidak adanya batu besar yang menimpa tubuh kita waktu ia datang. Ia datang dalam bentuk yang lebih halus yang kita sebut dengan KENIKMATAN.

Kalau kita kembali ke masa hijrah. Muslim yang diuji dengan ujian jenis ini adalah mereka yang mengetahui sudah wanita cantik yang menunggu mereka di Yatsrib. Ada juga orang-orang yang dijanjikan dengan harta dan perdagangan yang besar di negeri yang akan mereka datangi itu. Itulah orang-orang yang sedang diuji niatnya. Apakah mereka akan tetap berhijrah karena Allah atau berubah niat jadi karena apa yang dijanjikan kepada mereka itu? Sungguh ini ujian yang sangat berat.

Karena bagi orang yang tidak lulus ujian ini, tidak ada pahala atau kebaikan atas mereka kecuali atas apa yang mereka harapkan itu. Misalnya, jika sekarang aku berolahraga dan berlatih bela diri untuk bersiap-siap jika tiba masanya Jihad berperang melawan Yahudi nanti, maka aku akan dapati pahala setiap kali aku fitness dan berolahraga. Tapi lain ceritanya jika aku hanya melakukan itu semua demi mendapatkankan perhatian gadis-gadis. Aku tidak akan mendapatkan apapun kecuali apa yang kuharapkan.

Ujian jenis ini dinginnya menusuk. Aku menyebutnya jihad hawa nafsu.


Ujian yang manapun sebenarnya sama-sama sulit. Yang perlu kita sadari adalah Allah tidak akan membebani soal ujian kelas 3 SMA kepada anak kelas 5 SD. Allah akan memberi ujian saat Dia tahu kita bisa dan siap menerimanya. Tinggal lagi apakah kita mau memilih sikap yang benar diantara beberapa opsi sikap yang tersedia.

Hari ini, beberapa orang yang sedang berpuasa sedang diuji kesungguhannya. Contohnya saja pak Sabar. Siang hari ini sungguh merupakan siang yang sangat panas. Kalau bukan karena takut tak bisa memberi makan anak dan istri sebenarnya beliau tidak ingin menarik becak hari ini tapi mau bagaimana lagi. Hari ini, Allah menguji kesungguhan pak Sabar menjalankan rukun Islamnya dengan jalan yang menanjak, seorang pelanggannya yang berbadan besar dan tak tahu sopan santun. Alhamdulillah pak Sabar, tidak sesumbar meladeni tingkah pelanggannya, beliau sadar cobaannya ini belum ada apa-apanya dengan mereka yang berjuang di Palestina sana, beliau tetap mengayuh becaknya dengan Sabar dan tidak berbuka hingga adzan maghrib tiba. BELIAU LULUS.

Hari ini, beberapa gadis muda juga sedang diuji niatnya. Contohnya saja dek Murni. Sebenarnya dek Murni ini sudah berjilbab sejak lima tahun lalu dan alhamdulillah belum pernah melepas jilbabnya kalau keluar dari rumah. Tapi hari ini Allah ingin menguji niat berjilbab Murni dengan menjadikan jilbab menjadi tren fashion. Allah mau lihat Murni membuktikan bahwa niatnya selama ini berjilbab adalah ikhlas karena tuntutan agama bukan karena alasan fashion yang sedang naik daun semata. Dan tiga bulan kemudian ketulusan niat dek Murni terbukti. Pada masa itu jilbab yang jadi tren sudah tidak lagi syar’i tapi alhamdulillah dek Murni masih mengenakan jilbabnya yang sesuai dengan cara yang disyariatkan islam. Ternyata niatnya murni. ADEK ITU LULUS.


Jadi coba tanyakan lagi pada diri sendiri, apakah selama ini kalian sudah cukup bersungguh-sungguh dalam berislam? Apa kalian kapok berdakwah karena dijauhi teman-teman? Apa kalian ogah pakai jilbab karena takut diejek teman-teman? Apa kalian gak sanggup puasa hanya karena ? Apa kalian mau menerima suap karena takut dipecat? Kalau semua itu kalian jawab dengan iya, aku mau bilang MAAF KAMU BELUM LULUS DEH.

Dan coba tanyakan juga pada diri kalian sendiri, apakah niat kalian selama ini sudah cukup tulus dalam berislam? Apakah kalian berpuasa hanya sekedar supaya sehat saja atau karena islam yang memerintahkannya? Apakah kalian menjauhi alkohol karena tahu sains yang bilang itu tak baik atau karena islam yang melarangnya? Apakah kalian berjilbab karena ingin menutupi kutu dan rambut kalian yang gak pernah disisir atau memang karena islam yang memerintahkannya? Jawab sendiri saja ya.
 

Tulisan Populer

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Selalu ketinggalan tulisan terbaruku? Tinggalkan saja alamat emailmu! Jadi aku bisa memberitahumu tiap kali sebuah tulisan baru terbit.