Akibat Terlalu Cinta

Senin, 21 Desember 2015

advertisement
banyak berkhayal dan menangis karena nonton film drama korea

Semakin tinggi kamu menaruh harap, semakin besar peluangmu kecewa.

Semua yang punya awal pasti punya akhir. Kelahiran akan ditutup dengan kematian. Pertemuan akan ditutup dengan perpisahan. Harta yang diterima pada akhirnya juga harus diberikan kembali. Jadi tidak ada satu ciptaan pun yang abadi.

Dengan keyakinan seperti ini, seorang yang baru saja mendapat nikmat seharusnya tahu sadar nikmat itu bisa dicabut dari dirinya kapan saja. Seorang yang baru dipersatukan dalam sebuah ikatan seharusnya sadar bahwa suatu saat ikatan itu pasti akan putus karena suatu alasan. Dan setiap orang tua juga seharusnya tahu bahwa anak yang baru saja dikaruniakan kepada mereka suatu saat pasti akan pergi meninggalkan rumah.

Itu sebabnya seseorang tidak seharusnya mengikatkan hati terlalu kuat pada sesuatu yang bisa dicabut, pergi, atau hilang darinya. Terikat terlalu kuat pada sesuatu yang tidak abadi hanya akan membuat hati semakin sulit menerima kenyataan jika yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.

Kalaupun kamu mau terikat, ikatkan dirimu pada zat yang akan tetap ada walau semua telah berakhir. Kalaupun kamu mau menggantungkan harapan, gantungkan harapanmu pada zat yang tidak akan menyalahi janji. Jangan berharap pada sesuatu yang tidak abadi seperti manusia. Bukankah Ali si gerbang ilmu telah berkata: “Aku telah merasakan segala jenis kepahitan dan yang paling pahit dari semuanya adalah berharap pada manusia.”

CINTA BUKAN SEGALANYA

Umar ra menasehati seseorang yang hendak menceraikan istrinya. “Kenapa engkau ingin menceraikan istrimu?” Dia menjawab, “Karena aku sudah tidak mencintainya.” Maka Umar berkata, “Apakah setiap rumah tangga harus dibangun atas dasar cinta? Kalau memang begitu manakah pentingnya merawat cinta dan menahan kebencian?”

Kalian yang perempuan pasti tak ingin memiliki suami seperti laki-laki dalam cerita di atas kan? Menurut kalian laki-laki yang seperti itu pasti sangat tidak baik dan kalian harus sedapat mungkin menghindari yang seperti itu. Tapi maukah kalian kuberitahu kalau semua tidak ada laki-laki di dunia ini yang tidak berpotensi kehilangan cinta seperti laki-laki tadi.

Cinta bukan segalanya. Jadi berhentilah menganggap cinta sebagai pondasi dasar suatu pernikahan. Seandainya cinta memang pondasi dasar pernikahan, maka setiap pernikahan pasti akan berakhir dengan perceraian. Sama seperti ciptaan lainnya, cinta itu ada awalnya dan ada akhirnya.

Menikah itu sunnah Nabi. Menikahlah dengan niat menjalankan sunnah itu. Cinta mungkin akan bertahan tapi juga tidak mustahil akan hilang. Oleh sebab itu, pilihlah seorang laki-laki yang tidak hanya mengandalkan cintanya tapi juga mengandalkan imannya saat melamarmu.

Kamu memang boleh saja memilih laki-laki yang mengandalkan cintanya tapi jangan mengadu padaku jika laki-laki itu berakhir sama seperti kisah di atas nanti.

EFEK DRAMA KOREA

Kalian yang perempuan dan yang terbiasa nonton film korea pasti sulit menerima penjelasanku tadi, ya kan? Sebagai makhluk yang perasaannya mudah sekali tersentuh, perempuan senang sekali jika ada sesuatu yang bisa membuat mereka menangis dan tertawa seperti drama korea. Perempuan-perempuan itu sama sekali tidak tahu kalau drama kesukaan mereka itu memang sengaja dibuat agar mereka hanyut dalam khayalan tentang cinta yang selalu indah seperti itu.

Drama korea membuat para perempuan itu berharap cerita cinta mereka juga akan sama indahnya. Drama korea membuat para perempuan itu menaruh harapan begitu tinggi sehingga aku khawatir mereka akan sulit menerima bahwa ternyata cerita cinta mereka tidak seindah yang mereka bayangkan.

Perempuan-perempuan yang kebanyakan berkhayal ini suatu saat pasti akan kecewa berat. Semakin tinggi khayalnya tentang cerita cintanya, semakin berat penderitaan yang akan ia alami. Bukan tak mungkin perempuan itu mengalami trauma dan tak ingin lagi jatuh mencinta.

Kalau kalian kenal dengan seseorang yang berkata: “Aku takut setelah menikah dia berubah. Aku takut nanti dia tidak cinta lagi padaku. Aku takut rasanya tidak lagi sama.” Tidak diragukan lagi temanmu itu sudah menjadi korban romantisme film drama korea!

CINTAI SEKADARNYA

Cinta itu anugerah dari Allah tapi jangan sampai cinta itu melalaikanmu dari Dia. Ingatlah bahwa siapa pun yang menggantungkan harap kepada manusia kelak akan merasakan betapa pahitnya berharap pada selain Dia.

Ketika belum menikah semua mungkin dibuat indah oleh setan. Tapi ketika sudah berumah tangga ada saja masalah kecil yang bisa dibuat setan terlihat besar. Ketahuilah kalau godaan akan selalu ada dan hanya mereka yang berpegang teguh pada aturan agamalah yang akan mampu mendefinisikan ulang cinta mereka menjadi bentuk yang lebih kuat dari cinta yang sebelumnya. Akhir kata,

“Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya, siapa tahu suatu hari ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya. Siapa tahu suatu hari ia akan berbalik menjadi orang yang kau cintai.” – Ali bin Abi Thalib
 

Tulisan Populer

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Selalu ketinggalan tulisan terbaruku? Tinggalkan saja alamat emailmu! Jadi aku bisa memberitahumu tiap kali sebuah tulisan baru terbit.