Kisah Mantan Model Angella Fransisca

Sabtu, 08 Oktober 2016

advertisement
angella fransisca mantan model pemilik usaha gamis syari atelier angelina

Kamu kenal model cantik yang pernah dekat sama Baim Wong ini? Namanya Angelina Fransisca. Udah tahu kisah tentangnya?
Dulu, waktu masih sekolah di Jerman, Teh Angel belum berjilbab seperti sekarang lho! Maklum, saat itu ia lebih dekat dengan teman-temannya daripada orang tuanya sendiri.

Baru pada saat kuliah di dalam negerilah ia mulai mengenakan jilbab. Prosesnya pun tidak mudah. Terbiasa hidup relatif lebih bebas di Jerman membuatnya tidak langsung menurut ketika ibunya minta agar ia mengenakan jilbab. Ia hanya mengenakan jilbab hanya saat mengunjungi ibunya yang tinggal di pesantren waktu itu.

Ibunya tahu ia hanya mengenakan jilbab saat datang ke pesantren. Karena itu, ibunya terus bertanya, Kapan berjilbab? Kapan berjilbab? Ibunya juga tahu ia kesal setiap kali ditanya begitu tapi begitulah memang orang yang benar-benar peduli. Mereka bilang: “Biarlah karena peringatan ini dia tidak menyukaiku, asalkan dia selamat dari akibat perbuatan tangannya sendiri.”

Suatu ketika karena kesalnya ditanya seperti itu terus Teh Angel bertanya, “Sampai kapan aku akan ditanyai seperti itu?” Ibunya bilang, “Sampai kamu berjilbab atau kamu menikah.”

Kata-kata seperti itu hanya bisa keluar dari lidah orang tua yang peduli pada anaknya. Pendidikan dan pengamalan keagamaan anak perempuan memang tanggungan orang tuanya selama ia belum menikah. Lain cerita jika sudah menikah, dunia akhirat seorang perempuan adalah tanggung jawab suaminya.

Mendapat jawaban seperti itu, Teh Angel jadi terpikir satu hal. Bagaimana kalau ia menikah saja? Dan…

PENCARIAN JODOH DIMULAI

Calon pertama yang diajukan Teh Angel adalah pacarnya sendiri tapi ternyata ibunya tidak serta-merta menerima. Terlebih dahulu, si calon suami harus mondok di pesantren langsung di bawah pengawasan ibunya Teh Angel selama satu tahun.

Si calon suami pun mulai mondok. Terkejut? Tentu saja! Orang yang terbiasa rangkul-rangkulan dengan yang bukan muhrim pasti terkejut ketika harus hidup terpisah dengan lawan jenis di pesantren. Setelah enam bulan, ia menyerah. Hidup di bawah aturan agama terlalu berat baginya. Dan tentu saja itu merupakan alasan cukup bagi ibunya Teh Angel untuk menolak calon suami anaknya itu.

Bagaimana laki-laki yang tidak bisa menjaga dirinya sanggup menjaga keluarganya dari api neraka?

Sedikit banyak, hal itu membuat Teh Angel introspeksi diri. Ia bertanya pada dirinya, “Apa pantas aku mendapatkan suami yang baik jika aku sendiri belum memperbaiki diri?”

SEORANG LAKI-LAKI DATANG

Tanpa diundang, seorang laki-laki langsung datang ke pesantren ingin mengkhitbah (meminang) Teh Angel melalui ibunya. Ibunya mengajukan syarat yang sama: harus mondok di pesantrennya selama satu tahun. Laki-laki itu menerimanya. Kemudian pendapat Teh Angel sendiri pun diminta dan ia menerimanya!

Tapi khitbah itu tidak bertahan sampai hari pernikahan karena mendekati harinya tiba-tiba muncul seorang seleb yang membuat Teh Angel membatalkan pinangannya. Apa kata laki-laki yang meminangnya tadi? “Tidak apa-apa Ummi, kalau memang Angel tidak mau jangan dipaksa. Saya akan tetap nyantri di sini.”

Beberapa bulan berlalu. Setelah melihat kehidupan seleb, timbul tanya dalam hati Teh Angel, “Apa mungkin bisa rumah tangga bisa tentram kalau cara bergaul suaminya macam itu?” Ia pun ragu terhadap laki-laki pilihannya itu. Teh Angel kemudian menyatakan pada ibunya apakah laki-laki yang kemarin mengkhitbahnya masih tertarik untuk melanjutkan pinangannya?

KEDUA KALINYA

Laki-laki itu memang belum menyerah. Ia masih di sana. Tapi dua minggu sebelum hari pernikahannya, seorang seleb lain mendekati Teh Angel lagi. Dan sayangnya, Teh Angel kembali goyah. Hal itu mungkin karena Teh Angel belum punya benteng agama yang kokoh dalam hatinya. Ia masih terpesona oleh tampilan fisik dan rayuan manusia nakal bernama laki-laki.

Kalau saja saat itu Teh Angel sudah mengerti, hanya agama yang dapat menjamin kebahagiaan hidup dunia dan akhirat pastilah ia lebih memilih laki-laki yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya untuk menjadi pembimbing jalannya. Tapi ia belum mengerti, ia belum banyak mengaji, maka begitulah jadinya.

Dengan suatu cara Teh Angel membatalkan pinangan itu secara sepihak. Tentu saja keluarga si laki-laki marah tapi laki-laki itu tetap mondok seperti biasa. “Kan udah saya bilang Ummi, kalau Angel tidak mau jangan dipaksa.”

AKHIR KISAHNYA

Hubungan yang dilandasi keduniawian baik fisik, harta atau jabatan memang tak pernah abadi. Hubungan seperti itu pastilah cepat basi dan kehilangan rasa manisnya. Mereka pun putus (padahal belum terikat oleh akad apapun).

Apa akad pacaran dapat disebut akad yang mengingat para pelakunya dalam suatu hubungan yang bertanggung jawab?

Teh Angel yang gamang, kembali pada ibunya dan dengan lembut ibunya berkata, “Jika Teteh minta pendapat Ummi, laki-laki yang sudah kamu tolak dua kalilah Nak yang menjadi jawaban setiap istikharah Ummi.” Dan untuk ketiga kalinya Teh Angel mau dikhitbah laki-laki itu, dengan catatan jaraknya dengan pernikahan jangan lama, hanya satu minggu saja.

Entah apa doa si laki-laki hingga Allah membalikkan hati Teh Angel kembali padanya. Tapi jelas bagi kita, mengharap pada manusia adalah cara terbaik untuk kecewa dan berharap hanya pada Allah adalah tanda keberhasilan.

Mendapat kesempatan ketiga kalinya, laki-laki yang telah terbukti niat dan konsistensinya beragama itu kembali berbahagia. Keluarga memang sempat marah tapi melihat anak mereka tidak pernah putus harapan membuat mereka memberi kesempatan sekali lagi.

Apakah kali ini Teh angel sudah mantap? Haha, jawabannya belum. Lagi-lagi ia ingin kabur tapi demikianlah jalan yang telah ditetapkan Allah atasnya. Ia tak punya jalan untuk lari. Ia menangis waktu akad nikah.

Karena masih belum terima, Teh Angel sempat meminta agar laki-laki itu tidak menyentuhnya hingga ia sendiri ridha. Permintaan itu sangat aneh, wajar jika suami manapun menolak. Istri tidak ada hak sama sekali untuk meminta seperti itu pada suaminya tapi laki-laki itu menggunakan hatinya dan menurut.

Pada sesi foto, karena sudah menandatangai perjanjian bermaterai yang tidak diketahui keluarganya, si laki-laki yang kini telah menjadi suami Teh Angel itu tidak berani menggenggam tangan istrinya lebih dulu. Tapi mana ada sesi foto tanpa adegan cium tangan. “Apa yang orang pikirkan kalau kami tidak cium tangan?” pikir Teh Angel. Ia pun mengulurkan tangannya untuk mengambil dan mencium tangan suaminya. Dan itu membuatnya tersengat oleh sentuhan cinta.

Rasa itu tidak akan pernah dimengerti oleh perempuan yang membiarkan dipegang dan disentuh laki-laki yang bukan muhrimnya. Rasa yang melangit itu selamanya hanya milik mereka yang menjaga kesucian dirinya. Dan rasa itu membuat Teh Angel (pada akhirnya) merasakan dirinya jatuh cinta pada laki-laki yang kini menjadi suaminya itu.


Saat tulisan ini dibuat, Teh Angel baru saja melahirkan penerus usaha butik hijabnya yang juga cantik. Semoga bisa jadi inspirasi! 

 

Tulisan Populer

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Selalu ketinggalan tulisan terbaruku? Tinggalkan saja alamat emailmu! Jadi aku bisa memberitahumu tiap kali sebuah tulisan baru terbit.