Kenapa Dia Berubah?

Selasa, 18 Oktober 2016

advertisement
kenapa dia berubah sikap sekarang tidak sama seperti yang dulu

Dia belum pernah sedingin dan secuek ini sebelumnya. Ada apa dengannya? Mengapa sekarang dia jadi begitu misterius? Adakah seseorang di luar sana yang membuatnya menjauh menghindar dariku atau aku sendirilah yang sejak awal jadi penyebabnya? Mengapa tiba-tiba sikapnya berubah?


Itukah pertanyaan yang selama ini menekuk wajahmu, mengusik pikiranmu dan menyita hatimu? Katakan padaku siapa dia, gebetanmu atau pacarmu? Seberapa baik ia sebelumnya? Seberapa pantas dia untuk kekhawatiranmu? Semua itu penting untuk dijawab karena …

TIDAK SEMUA ORANG PANTAS DIKHAWATIRKAN

Mungkin ini baru bagimu tapi ketahuilah ada beberapa orang di dunia ini yang tidak pantas atas kekhawatiran, misalnya mereka yang suka berpura-pura dan mereka tidak mengkhawatirkan dirinya sendiri. Untuk apa menghabiskan energi untuk memikirkan mereka yang tidak peduli pada siapapun?

Mari pikirkan kemungkinan terburuknya! Katakanlah dia menjauh darimu karena berpikir kamu tidak menarik lagi. Jika itu yang terjadi, apa kamu akan tetap bertahan? Jangan ya! Memohon penerimaan pada orang yang tidak menginginkanmu hanya akan membuatmu kehilangan posisi tawar. Orang yang jatuh dalam posisi seperti itu sangat mungkin untuk dimanfaatkan dan (maaf) diperbudak.

Jika itu yang terjadi, tinggalkan dan maafkan dirimu yang tidak mengenalnya cukup baik dulu. Kemudian berjanjilah pada hatimu sendiri agar lain kali kamu lebih hati-hati memilih calon pasangan. Jika tidak …

TENANGLAH!

Menghujaninya dengan pesan teks dan telepon hanya akan membuatnya merasa risih berada di dekatmu. Berbaik sangka saja! Bisa saja ia memang sedang lelah, jenuh dan butuh jeda. Kalau dia butuh jarak, beri dia jarak! Kalau dia butuh jeda, beri dia jeda lebih banyak dari yang dia perlukan! Sedikit jarak akan membuat keseimbangan hubungan dua orang yang terlalu dekat kembali membaik.

Katakan padanya, “hubungi aku saat kamu sudah siap bicara” kemudian bersabarlah! Jangan sampai kamu yang menghubungi lebih dulu. Bersenang-senanglah! Kalau teringat dia, berdoalah padaNya agar dia juga merasakan hal yang sama, bahkan kalau boleh lebih parah, haha. Intinya …

DIBAWA ASYIK AJA!

Karena perubahan itu suatu keniscayaan, ia pasti terjadi. Siapa yang bilang kamu tidak berubah? Kamu pun pasti berubah jika dibandingkan dengan saat pertama kamu berhubungan dengannya. Dulu kamu tidak pernah keluar malam, sekarang kamu keluar malam. Dulu kamu senantiasa dekat dengan Allah, sekarang kamu lebih cuek karena senantiasa memikirkan seseorang.

Jangan harap sikap seseorang padamu tidak akan berubah jika kamu sendiri tak bisa menjaga sikapmu tetap seperti dulu! Anggap saja perubahan sikap orang yang senantiasa kamu pikirkan itu sebagai akibat perbuatanmu sendiri. Jadi kamu lebih lapang menerimanya. Kalau itu terlalu pahit bagimu, … 

BERUBAHLAH!

Kamu mungkin bisa mengubah orang lain kembali seperti dulu lagi tapi jauh lebih mudah mengubah dirimu sendiri. Ingat saja janji Allah, Laki-laki baik untuk perempuan baik. Laki-laki buruk untuk perempuan buruk. Jadi tidak perlulah kiranya kamu mengkhawatirkan dia yang mungkin akan pergi darimu. Perbaiki saja dirimu dan tunggulah masanya. Dia akan datang dengan sikap yang lebih baik atau orang lain yang lebih pantas untukmu akan datang menggantikannya.

Baca juga: Mau Sih Berubah Tapi Gimana?
 

Tulisan Populer

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Selalu ketinggalan tulisan terbaruku? Tinggalkan saja alamat emailmu! Jadi aku bisa memberitahumu tiap kali sebuah tulisan baru terbit.