Cara Sopan Menolak Ajakan Pacaran

Jumat, 16 Desember 2016

advertisement
wanita kuat dan mandiri gak boleh cengeng

Banyak perempuan yang bingung bagaimana menolak seorang laki-laki yang menembak dan memintanya jadi pacar. Mereka ingin kata-kata penolakan mereka dapat diterima dan tidak menyakiti hati. Ada juga yang mencari cara putusin pacar baik-baik. Kalau kalian sedang mencari cara untuk putus baik-baik coba tulis ulang surat ini. Mudah-mudahan surat ini cukup sopan dan tidak menyakiti.
Maaf baru sekarang aku dapat membalas. Maaf juga karena baru sekarang aku mengetahui perasaanmu padaku. Aku tak menyangka laki-laki yang sejak dulu kuanggap sahabat dapat merasakan apa yang saat ini kau rasakan. Seperti yang kauminta dalam surat ini aku akan berterus terang padamu tentang apa yang kurasa.

Jujur, aku tidak bisa membalas perasaanmu padaku.

Seperti yang sudah kauketahui seorang laki-laki telah datang meminangku lebih dulu. Mengkhianati dia demi laki-laki yang belum jelas keseriusannya sepertimu jelas bukan pilihan cerdas. Kalaupun aku lebih memilihmu ketimbang dia, apa kau sanggup percaya padaku setelah pengkhianatan yang kulakukan? Tidakkah kau khawatir kelak aku akan mengkhianatimu pula?

Jika kau mengaku cintamu memang suci, mengapa kau memintaku mengkhianati dia? Jika kau mengaku cintamu tidak tercampur dengan nafsu keji lelaki, mengapa kau tidak muliakan hubungan kita dengan ikatan yang lebih kuat?

Apa kau pikir cinta tanpa akhir yang kau janjikan cukup tanpa adanya ikatan yang menjamin hak-hakku? Aku kenal banyak perempuan yang pernah kaupacari dan aku tak mau nasibku sama seperti mereka.

Aku telah memilih sebuah jalan hidup yang kuyakini keselamatannya dan aku telah diingatkan bahwa hubungan tanpa ikatan seperti yang kautawarkan hanya akan membawa keburukan bagiku dan bagimu. Tidak samakah keyakinan kita? Jika sama, mengapa kau lepaskan keyakinanmu itu? Apa kau harap aku akan percayakan diriku pada orang yang dengan mudah melepaskan keyakinannya sepertimu? Jika jalan hidup yang kauyakini paling benar pun sanggup kaulepaskan, apa tak mungkin suatu saat nanti aku yang kau lepaskan?

Mungkin kau berani melanggar semua aturan yang ada tapi aku takut. Tidak sepertimu, aku percaya Dia menetapkan segala sesuatu untuk kebaikan kita semua dan aturanNya itulah yang akan kupegang sampai akhir. Semoga Allah memberi petunjuknya kepadamu.
Semoga surat ini bisa mewakili apa yang ingin kamu katakan. Semoga berhasil!
 

Tulisan Populer

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Selalu ketinggalan tulisan terbaruku? Tinggalkan saja alamat emailmu! Jadi aku bisa memberitahumu tiap kali sebuah tulisan baru terbit.