Kenapa Aku Tidak Lagi Menulis

Senin, 19 Juni 2017

advertisement
dakwah kreatif lewat tulisan dan film di zaman sekarang

Sebenarnya sekarang ini aku tidak sedang ingin menulis apa-apa. Tidak tentang Ramadhan yang sebentar lagi berlalu, tidak juga tentang lebaran yang sebentar lagi dirayakan. Aku hanya ingin melenturkan jari-jemariku yang telah lama tidak menari di atas papan ketik. Itu saja. Jadi jangan salahkan aku kalau apa yang kalian baca ternyata tidak memiliki maksud khusus. Tapi bukankah begitulah kita berbicara setiap hari?


Kalau kalian perhatikan, ini adalah tulisan ketiga yang kuterbitkan di tahun 2017. Harus kuakui, produktivitasku (di bidang tulisan) benar-benar hancur. Walaupun kalian tidak bertanya, berikut ini akan kujelaskan apa saja yang telah terjadi sepanjang tahun ini. Semoga dengan penjelasan ini, orang-orang yang lelah menanti tulisan terbaruku dapat mengerti.

SIDANG TESIS

Kalian ingat tulisanku Andai Aku Tidak Menikah Hingga Lulus S2? Alhamdulillah, tahun ini kuliah pascasarjanaku akhirnya selesai juga! Sebenarnya masih banyak drama setelah apa yang kuceritakan dalam tulisan yang barusan tautannya kubagikan tapi biarlah kisah itu kusimpan untukku sendiri. Karena inti pesannya tetap sama, "Jangan pernah menyerah!"

Insyaallah, (jika syarat-syaratnya telah terpenuhi) bulan Agustus nanti aku diwisuda Magister. Semoga saja ilmu yang diajarkan para dosen di prodi S2 Matematika USU ini berkah. Aamiin.

BIKIN FILM

Setelah sering kali mengulas film-film dalam dan luar negeri yang pesan moralnya sering kali gak beres, akhirnya aku berkesempatan bergabung dengan teman-teman komunitas film dan membuat filmku sendiri. 

Ternyata bikin film itu seru sekali lho! Jika dalam novel Cerita Caca aku harus menulis panjang-panjang agar kalian melihat apa yang kulihat, dalam film aku tak perlu repot-repot mendeskripsikan semuanya. Kalian bisa melihatnya sendiri!

Aku tidak akan memberitahu kalian nama komunitas filmnya tapi jika saat berselancar di Youtube kalian menemukan komunitas film inspirasi dakwah islam asal Medan, klik aja tombol subscribenya terus!

ALI MERANGKAK

Anak pertamaku, Ali, adalah anak yang sangat aktif dan bersemangat. Ketika dia sudah bisa merangkak, dia hampir tidak pernah berhenti bergerak. Di rumah tempat aku tinggal ada sudut-sudut yang agak berbahaya untuk Ali (misalnya dapur dan sisi-sisi alat elektronik). Jadi aku harus terus mengawasinya dan mencegahnya pergi kesana. 

Jika aku mencoba membuka laptop di rumah, Ali akan langsung datang dengan sangat cepat, membuka tutup laptopku, menjambak tuts papan ketiknya, memukul-mukul layarnya sambil bergembira karena mengira perilakunya terpuji. Selama Ali masih seperti ini, rasanya tidak mungkin aku bekerja di rumah. Gitu sih!


Yah, itu dulu aja deh. Sudah cukup banyak kan? Pertanyaanku apa yang telah kalian kerjakan di tahun 2017 ini? Kalau masih ada yang belum dikerjakan, jangan tunda-tunda lagi! Ntar perang dunia ketiga keburu meletus.
 

Tulisan Populer

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Selalu ketinggalan tulisan terbaruku? Tinggalkan saja alamat emailmu! Jadi aku bisa memberitahumu tiap kali sebuah tulisan baru terbit.