Pesan Tersembunyi Rapunzel dalam Disney Tangled

Rabu, 01 Januari 2014

advertisement
analisis pesan tersembunyi di balik film kartun anak disney Tangled

Mungkin kalian lucu mendengarnya, bahwa aku menonton film Disney Tangled dan mereviewnya. Badan tegap, jenggot macho, masak tontonannya Tangled haha. Sebagai informasi aja, aku gak sengaja nontonnya waktu itu adikku yang perempuan sedang nonton, aku lagi nulis novel. (kalau kalian percaya)

Awalnya aku cuma tertarik untuk mencari apa film ini ada pesan tersembunyi atau ngga. Tapi beneran lho sekarang aku malah jadi suka. Alur ceritanya bagus. Setelah kucek di internet pun ternyata banyak orang yang bilang, kisah-kisah para princess sebelumnya terlalu basi, mereka hanya suka waktu anak-anak. Tapi cerita Rapunzel dalam Tangled ini sama sekali beda. Karakternya yang semangat dan energik juga lebih cocok dengan zaman sekarang. Rapunzel adalah gadis yang menyenangkan (dan menggemaskan), begitulah kata orang-orang.

Berikut ini adalah analisisku tentang film tangled. Tulisan yang kalian baca ini adalah versi revisi. Versi aslinya kutulis ketika filmnya sedang diputar, waktu itu aku bahkan bisa menebak jalan ceritanya (karena sudah tahu pesan apa yang ingin ditanamkan mereka). Baiklah kita mulai saja ya.


Tangled adalah salah satu film animasi Disney yang ceritanya diangkat dari cerita Rapunzel karya Brothers Grimm. Tokoh utama dalam film ini, Rapunzel, adalah seorang gadis cantik (as always) dengan rambut pirang ajaib yang sangat panjang. Rambutnya ini bisa bercahaya dalam gelap jika ia bernyanyi. Ibunya (Mother Gothel) melarangnya untuk keluar dari tempat tinggalnya diatas pohon yang tinggi di suatu desa terpencil. Ibunya selalu bilang di luar sana berbahaya. Banyak orang yang menginginkan rambut ajaibmu. Akhirnya rapunzel bagaikan seorang putri cantik jelita yang dipingit dalam cerita 1001 malam, yang tak pernah melihat atau mendengar yang buruk-buruk atau melangkahkan kakinya ke tempat maksiat. Ia tak pernah keluar rumah. Oh seandainya masih ada gadis emas seperti itu sekarang...

Yang namanya anak gadis di umur segitu pastilah timbul gejolak di hatinya untuk bisa melihat dunia luar. Ia bergejolak di dalam dada, sebenarnya ia ingin keluar tapi hati kecilnya selalu bilang jangan (karena orang tuanya melarang). Di kamar Rapunzel tergantung sebuah lukisan dimana ribuan lentera diterbangkan ke langit. Ia ingin sekali melihatnya. Lukisan itu memberinya mimpi untuk melihat dunia luar. Andai saja ia cukup berani melakukannya.

Lanjutan ceritanya maka secara tak sengaja (takdir kata mereka – tapi yang ini takdir bikinan sutradara) datanglah seorang pemuda tampan yang bersedia membawa gadis cantik itu keluar. Si cantik sebenarnya ingin patuh pada ibunya tapi entah setan mana yang menyuruhnya untuk LEBIH MEMPERTURUTKAN SUARA DI DALAM HATINYA yang berkata, “Ayo keluar dan kejar mimpimu.” 

MELAWAN ORANG TUA

Disinilah letak berbahaya film ini. Film ini membujuk kalian untuk lebih memperturutkan kata hati kalian daripada menuruti orang tua. Terlepas dari apakah mother Gothel itu ternyata ibunya yang palsu yang cuma mengeksploitasi Rapunzel dan rambut ajaibnya untuk tetap muda, yang jelas Rapunzel tidak tahu tentang hal itu. Bagi Rapunzel ibunya ya seperti ibu normal lainnya (ibumu dan ibuku) yang melarang anaknya keluar malam, pergi ke bar, tak boleh menunjukkan rambutnya (aurat) karena banyak yang menginginkannya. Itu semua persis seperti ibu kita yang baik.


Dan jika Rapunzel melawan ibunya waktu itu, itu artinya ia sedang melawan orang tuanya. Masalahnya adalah, di filmnya, cerita dimulai dari sejarah kelahiran si bayi rapunzel, sehingga kalian benar-benar tahu bahwa Rapunzel ini seorang putri istana. Itu akan memberi kesan dalam pikiran kalian bahwa keinginannya untuk keluar adalah takdirnya untuk kembali pada yang benar. 

Mungkin kalian akan bilang, “Tapi bang, kalau dia tidak begitu (melawan orang tua yang palsu itu) mana mungkin dia kembali ke istana (tempat tinggal ia yang sebenarnya)”. Sekarang giliran aku balik nanya, tidakkah itu membuat kali merasa ragu pada orang tua kalian? Aku takut, suatu saat ketika kalian bertentangan dengan orang tua kalian, yang tadinya (sebelum nonton film Tangled ini) kalian merasa orang tua tak mungkin salah, sekarang kalian jadi MUNGKIN berpikir “ORANG TUAKU SALAH.”

Coba bayangkan suatu perisai melindungi tubuh kalian dari apapun. Tiba-tiba kalian melihat perisai itu menghancurkan sebuah cokelat yang mau mendatangi kalian. Kalian lantas berkata pada perisai itu, “coklat itu tidak jahat kamu salah sasaran.” “maaf tapi aku tak tahu, yang kutahu hanyalah untuk melindungimu.” Lalu kamu tak terima, dan memutuskan untuk tidak mau dilindungi perisai itu lagi supaya coklat bisa bebas datang kepadamu. Tapi tebak apa yang terjadi, segala macam keburukan mulai menimpa dirimu. Kamu tak sadar bahwa selama ini meteor terus saja datang kepadamu, tapi perisai untuk membuatnya hancur untukmu (hanya saja kau tak tahu) dan ketika kau menghancurkan perisaimu, segala macam meteor menghantam. Itulah kiasanku tentang orang tuamu.


Yang lebih buruk lagi, kalau biasanya suatu cerita dengan pesan moral yang baik, selalu memberi akhir bahagia bagi yang berbuat baik dan memberi akhir yang buruk bagi karakter buruk, disini Rapunzel yang melawan orang tuanya diberikan akhir cerita yang baik, yaitu kembali menjadi seorang putri istana, kembali ke orang tuanya yang sah. Itu akan membuat kalian berpikir untuk mulai mengikuti mimpi-mimpi kalian (yang bisa dengan mudah dikendalikan media)

Kali ini aku bicara pada anak remaja SMP atau SMA yang doyan nonton film Disney. Sekali saja kalian berpikir bahwa mewujudkan mimpi lebih penting dari patuh kepada orang tua kalian akan menjadi sangat rentan dipengaruhi (baik itu setan atau media, sama saja). Apa lagi kalian masih dalam masa-masa yang labil. Pencarian jati diri adalah alasan utama kalian untuk mulai mengikuti mimpi.

Kalian berpikir mimpi itu berasal dari dorongan jati diri, padahal setan juga bisa berbisik dari dalam hati seolah dia adalah suara pikiran kita sendiri. Media televisi dan majalah juga dengan mudah dapat memberi kesan apa yang baik dan buruk untuk kalian. Mau contoh?


Tak perlu jauh-jauh. Disney selalu memberi contoh karakternya yang cantik-cantik, seolah kecantikan adalah segalanya. Sekarang coba kutanya, mana lebih penting kecantikan atau keimanan? Sebenarnya kalian dengan mudah menjawabnya keimanan tapi apa yang kalian yakini aku tahu tak seperti itu. Yang laki-laki (zaman sekarang) lebih suka melihat perempuan yang berdandan habis-habisan daripada yang menutup aurat. Yang perempuan (zaman sekarang) mati-matian untuk tampil secantik perempuan dalam majalah yang dibacanya walaupun untuk itu ia harus tampil setengah telanjang.

Itu semua adalah berkat didikan alam bawah sadar kartun-kartun Disney yang dulu kalian tonton, seperti Beauty & Beast, Cinderella, Snow White dan lain-lain yang akan kujelaskan di postingan lain. Kalian mungkin bilang, “tentu saja kita lebih menghargai yang cantik, memang sudah seharusnya begitu kan?” Haha, kamu salah bung. Menurut orang media (seperti saya) tidak ada yang namanya kesukaan mutlak sejak lahir, semua itu tergantung apa yang disugestikan lingkungan, orang tua dan media kepadanya. Adalah sangat mudah bagiku untuk menentukan apa yang kalian sukai dan kalian tidak sukai jika aku bekerja di media.

Apa? Contoh lagi? Baiklah. Kalian tahu kenapa perempuan zaman sekarang lebih suka pamer paha walaupun mereka harus bertarung dengan resiko diperkosa di angkot? Karena majalah fashion mereka bilang itu keren, mereka juga melakukan riset bagaimana menghilangkan bekas luka, jika ada. Supaya para gadis ini tidak punya alasan untuk tidak membuka pahanya. Padahal mereka tidak tahu saja, para tokoh dibalik pembuatan majalah fashion mereka itu sama saja dengan para pemerkosa itu, hanya saja mereka berjas.


Kita lanjut ceritanya ya..
Nah, jadi tadi si Rapunzel, dengan perasaan deg-degan dan semangat menggebu-gebu sudah keluar dari rumahnya berkat tuntunan seorang penjahat (sayangnya dia ganteng, jadi kalian tak bisa melihat bahwa sebenarnya dia itu jahat), begitu sampai ke tanah, Rapunzel berteriak begitu senangnya, lalu ia bernyanyi. Betapa indahnya kebebasan.

Ya, tentu saja. Tentu saja kebebasan begitu indah rasanya. Memang itulah yang akan kalian rasakan ketika melampaui batas atau melanggar aturan. Jangan lupa rasa deg-degannya juga. Masalahnya adalah Rapunzel bernyanyi ketika itu, itu melupakan kalian bahwa sebenarnya dia sedang melakukan sesuatu yang buruk dengan melawan perintah orang tuanya.

Aku percaya, setelah menonton sampai disini saja, seorang anak yang tadinya tidak berani keluar malam, bisa memohon merengek habis-habisan sama orang tua untuk minta melihat kerlap-kerlip lampu jalan di malam minggu. Ia percaya dalam hatinya “siapa tahu di luar saja aku bisa bertemu jodohku” persis seperti rapunzel dan mimpinya. Anak itu pun jadi yakin (seperti Rapunzel pikirnya) bahwa ibunya mungkin bukan seorang penyihir atau orang jahat, tapi tetap saja ibunya salah kalau berusaha mengurung dia di rumah. Aku takut mendengarnya.

Oh iya ada satu poin yang yang diajarkannya sampai disini ... 

MENGEJAR KEBEBASAN

Karena happy ending, kalian akan meyakini apapun yang dikerjakan si tokoh adalah benar, padahal tidak selalu demikian adanya (apalagi di film-film Disney). Dalam film ini diceritakan bahwa orang yang punya kebebasan akan bahagia. Cara ia menunjukkan kebebasan ini sangat pintar. Siapa lagi orang yang paham artinya kebebasan jika bukan orang yang terkekang (Rapunzel) 

MENCINTAI PRIA JAHAT

Dalam suatu buku aku pernah membaca, jenis playboy paling berbahaya adalah Pria Jahat yang Jujur. Soal bagaimana proses kerja otak perempuan sehingga bisa mencintai pria jahat akan aku jelaskan di lain posting nanti. Pokoknya sekarang ini kalian cuma perlu tahu, bahwa hanya dengan terus bersamanya kalian bisa jatuh cinta. Itu sebabnya tak perlu pacaran dalam Islam. Kalau 24 jam kalian bersamanya pasti kalian bisa mencintainya. Kalau bukan begitu darimana datangnya pepatah, “Cinta itu datang dari mata turun ke hati” (makanya dalam Islam lawan jenis gak boleh tatap-tatapan karena beracun). Kalau bukan karena begitu kenapa banyak perempuan yang waktu mau mutusin cowoknya merasa sayang dengan waktu-waktu yang udah mereka lalui. Semua itu karena cinta itu datang karena terbiasa bersama.

Karena itu aku ingin mengingatkan jangan sekali-kali duduk bersama orang jahat. Kau ditentukan dari dengan siapa kau bergaul. Jika lingkunganmu baik maka baiklah kamu, jika lingkungan kamu buruk, maka buruklah kamu.

Propaganda ini sudah berkali-kali muncul, seperti yang kubilang dalam lagu Britney Spears – Criminal. Orang-orang baik dijanjikan Bidadari oleh Tuhan. Jika setan ingin orang menjadi jahat, maka setan juga harus menjanjikan seorang wanita untuk orang jahat. Dan jika kalian juga terpengaruh lagu Criminal - Britney Spears itu kalianlah wanita-wanitanya.


Masalahnya adalah, dalam film ini si Rapunzel tidak diperlihatkan seperti dalam kehidupan nyata. Sekarang aku bicara pada gadis-gadis yang sedang membaca tulisanku ini. Apa kalian pikir, kalian bisa mengubah seorang pria bengis dan jahat dalam bar berubah menjadi baik hanya dengan bernyanyi seperti yang Rapunzel lakukan? Apa kalian pikir apa yang terjadi dalam bar nantinya hanya sebiasa yang kalian lihat dalam film Tangled ini? Tidak nak. Keadaan di dalam bar, seandainya kalian tergoda untuk masuk ke dalamnya tidaklah sebegitu sederhananya. Di dalam bar sebenarnya kalian akan jumpai jauh lebih banyak kemaksiatan. Dan yang lebih buruknya lagi, dengan musik DJ-nya kalian akan dihipnotis untuk membuat semua itu tampak baik. Dan lebih buruknya lagi, kalian tak akan menyadari kemaksiatan itu, karena dalam dongeng Disney kalian hanya tahu bahwa yang jahat itu adalah merampok dan membunuh, padahal sebenarnya jauh lebih banyak lagi kemaksiatan yang bisa kalian dapat dalam bar. Jadi jangan pernah coba-coba meniru Rapunzel, hanya karena rasa penasaran kalian pada dunia luar. Cobalah untuk Menahan Semua Godaan Itu.

orang berjenggot seperti ini akan jadi populer gar-gara eugene di film tangledSISI BAIKNYA?

Apa? Sisi baiknya? Ya tentu saja banyak. Menurutmu kenapa aku bisa suka film ini. Karakter kuda dan chameleon itu adalah pelawak lucu tanpa dialog. Itu membuat anak-anak tetap betah menontonnya. 

Dan sisi yang paling aku suka adalah si tokoh Eugene atau Flynn Rider dibuat dengan sangat keren. Aku suka melihatnya, dia berjanggut. Itu akan membuat orang-orang berjanggut seperti aku jadi semakin tampan kesannya, haha. Percaya atau tidak, mulai sekarang kalian akan lebih suka pria seperti itu.


 

Tulisan Populer

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Selalu ketinggalan tulisan terbaruku? Tinggalkan saja alamat emailmu! Jadi aku bisa memberitahumu tiap kali sebuah tulisan baru terbit.