Aku senang sekali mendengar kisah ajaib para wali yang mampu mengetahui perkara-perkara tertentu di waktu atau tempat yang jauh, berjalan ke...

Keajaiban Umat Akhir Zaman  Aku senang sekali mendengar kisah ajaib para wali yang mampu mengetahui perkara-perkara tertentu di waktu atau tempat yang jauh, berjalan ke tempat yang amat jauh itu dalam waktu yang amat singkat, mengubah suatu benda menjadi benda lain, hadir di dua atau lebih tempat dalam waktu yang sama, bahkan memberi hidup pada mereka yang telah mati (dengan izin Allah tentunya).  Ketika temanku bilang bahwa keadaan kita saat ini pun sebenarnya tidak kalah menakjubkan, aku bertanya, “bagaimana bisa?” Setelah kuperiksa lebih jauh, ternyata temanku itu benar. Jika kita takjub mendengar cerita-cerita mereka, boleh jadi cerita-cerita kita justru lebih menakjubkan lagi bagi mereka. Kita mungkin menganggap motor, mobil, pesawat, cctv, video, ponsel, lampu, live streaming, ojek online, sensor sebagai bagian dari keseharian kita yang biasa. Tetapi jika seseorang dari abad pertengahan melihat semua itu dan diminta menggambarkannya pada orang-orang di zamannya, mungkin ia akan berkata: •	Kuda-kuda mereka terbuat dari besi  •	Kereta mereka berjalan tanpa kuda  •	Kapal mereka berlayar di udara  •	Mereka dapat melihat apa yang terjadi di luar tanpa harus keluar rumahnya  •	Mereka dapat terus menerus mendengar suara ayah dan ibu mereka yang telah meninggal  •	Mereka dapat bicara dengan saudara mereka di seberang pulau  •	Mereka tetap dapat melihat saat malam telah gelap  •	Mereka dapat membuat jutaan orang mendengar bisikan mereka tanpa perlu keluar kamar  •	Makanan sebagian dari mereka diantar langsung ke rumah mereka oleh orang yang sama sekali tidak mereka kenal. •	Pintu mereka dapat menutup dan membuka sendiri Tidak kalah menakjubkan, kan? Terkait hal ini Arthur C. Clarke berkata, “Any sufficiently advanced technology is indistinguishable from magic.”  Nah, jika perkara-perkara ajaib yang terjadi pada diri para wali itu disebut karomah, apa yang terjadi pada umat akhir zaman ini pun kukira layak disebut karomah. Karomah umat akhir zaman. Karomah umat Rasulullah.

Aku senang sekali mendengar kisah ajaib para wali yang mampu mengetahui perkara-perkara tertentu di waktu atau tempat yang jauh, berjalan ke tempat yang amat jauh itu dalam waktu yang amat singkat, mengubah suatu benda menjadi benda lain, hadir di dua atau lebih tempat dalam waktu yang sama, bahkan memberi hidup pada mereka yang telah mati (dengan izin Allah tentunya).

Sebagaimana segala sesuatu yang berlebihan, rangsangan yang berlebihan juga tidak bagus. Over stimulasi.

ciri perempuan yang senang dirangsang

Sebagaimana segala sesuatu yang berlebihan, rangsangan yang berlebihan juga tidak bagus. Over stimulasi.

Pekerjaan menyusun batu lalu merekatkannya dengan semen untuk membentuk bangunan yang kokoh memiliki sejarah yang amat panjang dalam perjala...

agama dalam bahasa tukang dan pekerja bangunan - gambar ini dihasilkan gemini AI

Pekerjaan menyusun batu lalu merekatkannya dengan semen untuk membentuk bangunan yang kokoh memiliki sejarah yang amat panjang dalam perjalanan umat manusia. Karena itu tidaklah mengherankan apabila agama pun dijelaskan dalam bahasa yang dekat dengan keseharian para pekerja bangunan.

TIANG-TIANG BANGUNAN

Para ulama memperkenalkan istilah rukun iman dan rukun islam sebagai dasar-dasar agama. Kata rukun ini secara bahasa berarti pilar-pilar atau tiang-tiang. Itu sebabnya tiang di salah satu sudut ka’bah yang menghadap ke arah Yaman disebut rukun yamani. Dengan menyebut syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji sebagai rukun Islam, para ulama hendak memahamkan kita bahwa kelimanya merupakan tiang yang tanpanya tenda keislaman kita tidak akan dapat tegak dan dapat disebut tenda, bahwa tanpa kelima pilar itu, agama yang merupakan rumah tempat kita bernaung tidak akan dapat berdiri dengan kokoh.

Menyebut kelimanya sebagai rukun juga memberi isyarat bahwa kelimanya itu bukanlah apa-apa kecuali hanya pilar-pilar, tiang-tiang. Kita tentu tidak mau tinggal di sebuah rumah yang hanya berupa pondasi dan tiang-tiang tanpa dinding, tanpa atap. Rumah yang tidak berdinding tidak akan dapat menutupi aurat atau aib penghuninya. Rumah yang tidak beratap tidak akan menjadikan penghuninya terlindung dari sengatan panas dan derasnya hujan.

Sama seperti itu, Islam yang ditegakkan orang yang hanya menjaga syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji mungkin masih dapat disebut “rumah” bagi keyakinan dan cara hidup orang itu tetapi rumah semacam itu tidak akan melindunginya dari tersebarnya aib-aib dan serangan-serangan lintah yang menghisap darahnya. Untuk dapat menjadi tempat pulang yang tenang, rumah agama seseorang harus dilengkapi dengan dinding dan atap berupa penegakan hukum-hukum agama dan persaudaraan yang teguh. Bukankah Nabi telah bersabda,

الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” (HR. Muslim no. 4684)

Hukum yang ditegakkan mungkin akan membuat kita sendiri kerepotan sama seperti dinding yang kadang membuat kita harus berjalan lebih jauh untuk bergerak dari satu ruangan ke ruangan lain tetapi hukum yang mendindingi itu pada akhirnya akan mencegah aib dan aurat kita sendiri terlihat dan tersebar.

Kita bahkan tidak merasa cukup dengan dinding dan atap. Kita mengisi ruang di rumah kita dengan hiasan-hiasan terbaik. Pertanyaannya, mengapa kita tidak mengisi rumah Islam kita dengan sebaik-baik akhlak sebagai hiasan? Mengapa kita merasa nyaman-nyaman saja dengan rumah yang bahkan tak melindungi kita dari musuh-musuh kita? Apakah kita sudah sama dengan dajjal yang hanya dapat melihat kenyataan dengan satu mata (lahiriah saja)?

BATU BATA TERAKHIR


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِنَّ مَثَلِى وَمَثَلَ الأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِى كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ ، إِلاَّ مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ ، وَيَقُولُونَ هَلاَّ وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ ، وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Perumpamaan aku dengan Nabi sebelumku ialah seperti seorang lelaki yang membangun sebuah bangunan kemudian ia memperindah dan mempercantik bangunan tersebut kecuali satu tempat batu bata di salah satu sudutnya. Orang-orang ketika itu mengitarinya, mereka kagum dan berkata, ‘Amboi, (kalaulah saja) batu bata ini diletakkan, (tentulah bangunan ini akan sempurna)’ akulah batu bata itu dan aku adalah penutup para nabi.’” (HR. Bukhari, no. 3535 dan Muslim, no. 2286)

Allahu akbar! Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala alihi. Betapa mengagumkan ketawadhuan junjungan kita! Beliau berkata bahwa (rumah) agama ini telah ditegakkan dengan amat mengagumkan oleh para Nabi dan Rasul yang mendahului beliau sedangkan beliau sendiri hanya memberi satu kontribusi yang nyaris tak mengurangi kesempurnaan rumah (agama) ini. Padahal? Padahal Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Bagaimana kami menebus apa yang telah kaukorbankan untuk tegaknya rumah ini, ya Rasulullah? Jika bukan karena engkau yang telah menutup lubang-lubang di rumah ini, tentulah kami telah binasa karena ular dan binatang berbahaya lain di dalam rumah tempat kami berlindung ini.

Tidakkah kalian lihat bagaimana pengikut agama lain binasa di dalam rumah mereka sendiri akibat “ular-ular” yang masuk lewat celah-celah dinding agama mereka?

***

Karena itu, marilah kita jadikan agama yang merupakan rumah tempat kita bernaung, berlindung dan pulang ini tempat yang nyaman! Mari kita tutupi aib saudara kita sebagaimana dinding kamar yang menjaga kehormatan kita! Mari kita hiasi rumah kita dengan akhlak yang indah sehingga setiap orang yang singgah betah berlama-lama di dalamnya.

Jelas bahwa perempuan merupakan makhluk yang sulit dimengerti, logikanya terbolak-balik, kehendaknya bertentangan dengan kehendaknya sendir...

kenapa laki-laki tergila-gila pada perempuan

Jelas bahwa perempuan merupakan makhluk yang sulit dimengerti, logikanya terbolak-balik, kehendaknya bertentangan dengan kehendaknya sendiri. Meskipun kedengarannya konyol, laki-laki jauh lebih konyol lagi. Laki-laki berkata bahwa logika mereka sempurna tapi mereka terang-terang mengaku bahwa keinginan terbesar mereka adalah perempuan.

Thomas Hobbes memandang bahwa manusia pada dasarnya kacau sehingga dibutuhkan sejumlah syarat tertentu untuk mengubah keadaan alami itu menj...

kekalahan telak malaikat melawan manusia

Thomas Hobbes memandang bahwa manusia pada dasarnya kacau sehingga dibutuhkan sejumlah syarat tertentu untuk mengubah keadaan alami itu menjadi suatu keteraturan seperti kehidupan bermasyarakat bernegara. Sebaliknya J.J. Rosseau memandang manusia pada dasarnya baik dan dibutuhkan suatu kondisi tertentu untuk memaksa manusia keluar dari tabiat alaminya itu. Masing-masing tokoh itu memiliki pendukung pendapat mereka sendiri. Hanya saja pandangan Hobbes dianut secara lebih luas dalam dunia sains sekarang ini, setidaknya begitulah yang kuamati.

Kukira tidak banyak orang yang benar-benar tidak punya keinginan. Hampir setiap orang dikuasai oleh setidaknya sebuah keinginan. Orang yang ...

apa keinginan terbesar manusia sebenarnya

Kukira tidak banyak orang yang benar-benar tidak punya keinginan. Hampir setiap orang dikuasai oleh setidaknya sebuah keinginan. Orang yang lapar ingin makan. Orang yang menganggur ingin punya pekerjaan atau bisnis.

Jika dibolehkan, aku suka melihat kanal apa saja yang seseorang ikuti diikuti temanku di youtube. Aku sadar betul bahwa youtube hanya mereko...

perang karena perbedaan pandangan dan dinding digital

Jika dibolehkan, aku suka melihat kanal apa saja yang seseorang ikuti diikuti temanku di youtube. Aku sadar betul bahwa youtube hanya merekomendasikan video yang dianggapnya berkaitan dengan video yang telah kutonton. Jika aku punya ketertarikan lain atau ketertarikan baru, kukira kecil kemungkinan aku akan menemukan video tentang itu di beranda youtubeku. Dengan melihat sejumlah kanal yang sama sekali berbeda, aku mendapat kesempatan untuk menemukan kanal menarik yang mungkin terluput dariku atau kanal baru yang membuatku tertarik untuk memeriksa lebih jauh.

Karena algoritma memang dirancang untuk menyarankan video-video yang sesuai dengan video yang telah sukses menarik perhatianmu, kukira kita tidak mungkin menjangkau minat-minat baru selain dengan melakukan apa yang kulakukan di atas.

Aku mendorong setiap orang untuk berbagi kanal youtube sebagaimana aku mendorong orang-orang yang berbeda minat dan pandangan berdiskusi. Sebagaimana air harus terus mengalir agar tidak membusuk, kukira ide-ide juga harus terus benturkan dengan ide-ide lainnya agar salah satu dari mereka tidak membusuk karena idenya sendiri.

Coba bayangkan apa jadinya bila orang yang meyakini bagusnya partai A terus menerus ditunjuki mengapa partai A merupakan pilihan tepat sedangkan orang yang meyakini bagusnya partai B terus menerus ditunjuki betapa bodohnya orang yang memilih selain partai B? Polarisasi! Dan apabila polarisasi ini tidak diimbangi dengan keterbukaan untuk berdiskusi secara objektif, mungkinkah terbangun sikap saling memahami yang menjadi dasar bagi penerimaan dan perdamaian?

***

Orang yang mengurung diri dalam dinding digital yang dibangun platform-platform yang mungkin memang sedang menerapkan strategi divide and conquer kukira tidak jauh berbeda dengan orang yang hanya berdiam di kampungnya dan berkumpul dengan sesamanya. Wawasan mereka sempit dan mereka mudah sekali dihasut untuk membenci orang kampung lainnya. Itu karena mereka gagal menemukan persamaan di antara mereka meskipun persamaan itu sebenarnya terlalu jelas.

Kita tidak dapat benar-benar bertauhid jika kita masih memandang orang lain berbeda dari diri kita sendiri. Untuk menghilangkan ilusi perbedaan itulah, kita diperintahkan Allah untuk meruntuhkan dinding di antara kita. Dengan bertebaran di muka bumi, berangkat haji serta berjihad, keakuan seorang muslim dilebur ke dalam kebersamaan yang amat kuat.

Kebersamaan ini jauh lebih kuat dari yang dibangun oleh mereka yang sekadar silaturahmi kepada mereka yang terikat hubungan nikah atau darah. Jika setiap manusia sudah dipandang bahkan dianggap setiap orang merupakan dirinya sendiri, mungkinkah ada yang namanya kebencian atau perang?

Karena itu, mulailah berbagi dan mulailah berdiskusi!

Agama mengajarkan agar kita memandang saudara kita seperti memandang diri kita sendiri, seolah kita ini satu tubuh. Bagaimana kita dapat mem...

agama dalam bahasa saintis

Agama mengajarkan agar kita memandang saudara kita seperti memandang diri kita sendiri, seolah kita ini satu tubuh. Bagaimana kita dapat memahami ungkapan ini tanpa bantuan para penggiat sains mengenai tubuh manusia?

Betapa menakjubkan keadaan orang beriman. Apabila ia mendapat kebaikan, ia bersyukur dan dengan syukur itu ia dapat urusannya menjadi baik. ...

agama dalam bahasa kedokteran

Betapa menakjubkan keadaan orang beriman. Apabila ia mendapat kebaikan, ia bersyukur dan dengan syukur itu ia dapat urusannya menjadi baik. Apabila ia mendapat keburukan, ia bersabar dan dengan sabar itu urusannya menjadi baik. Urusannya baik apapun yang terjadi.

Istriku bercerita bahwa di suatu kajian, ia mendengar seorang wanita berwasiat agar suaminya tidak menikah lagi sepeninggalnya. Mendengar w...

Wajah cantik segar alami hidayatur rahmi tausiyah cinta

Istriku bercerita bahwa di suatu kajian, ia mendengar seorang wanita berwasiat agar suaminya tidak menikah lagi sepeninggalnya. Mendengar wasiat wanita itu, salah seorang teman mereka berkata bahwa ia lebih cemburu pada bidadari yang akan didapatkan suaminya nanti. Teman istriku itu mungkin bertanya-tanya, “adakah cara agar suaminya tidak usah dapat bidadari saja di surga?”

Tidak seorang pun ingin tersesat, baik saat mencari alamat maupun saat kembali menuju kampung akhirat. Tersesat berarti gagal seseorang menc...

kenapa takut tersesat takutlah tidak pernah sampai di tujuan

Tidak seorang pun ingin tersesat, baik saat mencari alamat maupun saat kembali menuju kampung akhirat. Tersesat berarti gagal seseorang mencapai tujuan yang dikehendaki. Oleh karena itu, wajar tidak seorang pun menghendaki kesesatan. Lalu bagaimana mungkin takut sesat menjadi keterlaluan?

Aku tidak ingat sejak kapan aku menjadi sedemikian tertarik pada makna di balik apa yang tampak. Tapi kukira sejak itulah perjalananku menge...

simurgh tiga puluh burung raja rohani lambang perjalanan suluk menuju kesadaran tuhan

Aku tidak ingat sejak kapan aku menjadi sedemikian tertarik pada makna di balik apa yang tampak. Tapi kukira sejak itulah perjalananku mengenali jati diriku sendiri dimulai.

Mengenali diri sendiri tidak sesederhana kedengarannya. Itu bukan sekadar mengenali tempat tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan serta kesukaanmu dan ketidaksukaanmu. Jika tidak percaya, coba jawab siapa kamu sebenarnya? … Aku tidak bertanya namamu, jenismu, atau pekerjaanmu. Aku bertanya siapa kamu.