Nabi berkata, “Siapa yang menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia mencintaiku. Siapa yang mencintaiku, kelak akan bersamaku di dalam surga.” ...
Nabi berkata, “Siapa yang menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia mencintaiku. Siapa yang mencintaiku, kelak akan bersamaku di dalam surga.”
Hadits itu secara literal memberitahu kita mengenai siapa yang pengakuan cintanya kepada Nabi bukan sekadar kata-kata. Tetapi belakangan aku menyadari bahwa kita tidak hanya dapat mengambil pelajaran dari apa yang Nabi katakan. Kita juga dapat mengambil pelajaran dari cara Nabi menyampaikan suatu pesan dan kepada siapa pesan itu disampaikan.
لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ “ Tidak ada paksaan dalam agama. ... ” (QS. Al-Baqarah: 256) Kebanyakan orang membaca ayat tersebut semata-mat...
لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ
“Tidak ada paksaan dalam agama. ...” (QS. Al-Baqarah: 256)
Kebanyakan orang membaca ayat tersebut semata-mata sebagai kaidah hukum agar kita tidak memaksa siapapun untuk menerima agama ini saat berdakwah. Hanya sedikit saja yang melihat ayat ini sebagai gambaran atas kenyataan bahwa,
“Memang tidak (mungkin) ada sesuatu yang bisa dipaksakan dalam (sesuatu yang disebut) agama.”
Dalam tulisan ini kita akan bahas mengapa.
Thomas Hobbes memandang bahwa manusia pada dasarnya kacau sehingga dibutuhkan sejumlah syarat tertentu untuk mengubah keadaan alami itu menj...
Thomas Hobbes memandang bahwa manusia pada dasarnya kacau sehingga dibutuhkan sejumlah syarat tertentu untuk mengubah keadaan alami itu menjadi suatu keteraturan seperti kehidupan bermasyarakat bernegara. Sebaliknya J.J. Rosseau memandang manusia pada dasarnya baik dan dibutuhkan suatu kondisi tertentu untuk memaksa manusia keluar dari tabiat alaminya itu. Masing-masing tokoh itu memiliki pendukung pendapat mereka sendiri. Hanya saja pandangan Hobbes dianut secara lebih luas dalam dunia sains sekarang ini, setidaknya begitulah yang kuamati.
Kukira tidak banyak orang yang benar-benar tidak punya keinginan. Hampir setiap orang dikuasai oleh setidaknya sebuah keinginan. Orang yang ...
Kukira tidak banyak orang yang benar-benar tidak punya keinginan. Hampir setiap orang dikuasai oleh setidaknya sebuah keinginan. Orang yang lapar ingin makan. Orang yang menganggur ingin punya pekerjaan atau bisnis.
Dari Nabi Adam, kita belajar bahwa manusia (dengan kemampuannya berbahasa dan berpikir) mampu belajar dan menjangkau hakikat di balik pencip...
Dari Nabi Adam, kita belajar bahwa manusia (dengan kemampuannya berbahasa dan berpikir) mampu belajar dan menjangkau hakikat di balik penciptaan.
Dari Nabi Idris, kita belajar bahwa manusia yang menggunakan akalnya untuk belajar dan menuntut ilmu dapat mencapai kedudukan yang amat tinggi.
Dari Nabi Nuh, kita belajar bahwa Allah suci dari kebutuhan terhadap manusia yang tidak menggunakan akal dan segala yang dianugerahkan kepadanya.
Isu Palestina sebenarnya lama menjadi pembicaraan hangat yang amat layak diikuti tapi kukira baru sekali ini aku sendiri ikut bicara. Di ten...
Isu Palestina sebenarnya lama menjadi pembicaraan hangat yang amat layak diikuti tapi kukira baru sekali ini aku sendiri ikut bicara. Di tengah ramainya orang yang telah peduli dan membicarakan perkara ini, aku memandang pandanganku tidak perlu disampaikan ke ruang publik. Atas sebab itulah baru sekali ini kalian melihatku bicara tentang Palestina. Itu karena beberapa hari yang lalu teman diskusiku bertanya: "Bang, bagaimana menurut pandangan abang mengenai keadaan yang terjadi di Palestina saat ini, Bang?"
Dalam sebuah hadits disebutkan: "Jika dunia ini ada harganya walaunya sebelah sayap nyamuk, maka Allah tidak akan berikan orang kafir a...
Dalam sebuah hadits disebutkan: "Jika dunia ini ada harganya walaunya sebelah sayap nyamuk, maka Allah tidak akan berikan orang kafir air walau hanya satu teguk." Nyatanya, orang kafir diberikan Allah air (bahkan lebih dari seteguk). Dari dua premis di atas, dengan logika (tepatnya modus tollen) dapat kita ambil kesimpulan: Dunia ini tidak lebih berharga dari sebelah sayap seekor nyamuk.
Dikisahkan oleh Abu Muhammad Ad Dinawari ad Daqqi bahwa dirinya pernah singgah di sebuah lembah kemudian bertemu dengan kabilah Arab. Abu ...
Dikisahkan oleh Abu Muhammad Ad Dinawari ad Daqqi bahwa dirinya pernah singgah di sebuah lembah kemudian bertemu dengan kabilah Arab. Abu Muhammad kemudian diperilahkan mampir ke sebuah rumah. Namun betapa kagetnya karena di dalamnya ada seorang anak yang diikat dan beberapa ekor onta yang mati di halaman.
Anakku yang tengah (si Umar) sering kesulitan mencari tempat di tengah keakraban dua abangnya (Ali dan Musa). Tapi ada suatu celah yang bisa...
Anakku yang tengah (si Umar) sering kesulitan mencari tempat di tengah keakraban dua abangnya (Ali dan Musa). Tapi ada suatu celah yang bisa digunakannya untuk diterima dalam komunitas, yaitu kecenderungan abang-abangnya pada jajanan. Karena kecenderungan mereka itu, Umar sering menyimpan kelebihan jajanannya untuk dijadikan hadiah bagi siapa yang mengikuti kemauannya.
Selanjutnya, karena akrabnya kita dengan transaksi jual beli dalam keseharian kita, agama juga bicara dalam bahasa pedagang dan pengusaha. U...
Selanjutnya, karena akrabnya kita dengan transaksi jual beli dalam keseharian kita, agama juga bicara dalam bahasa pedagang dan pengusaha. Untuk orang-orang yang masih dalam tahap alladzina amanu, Allah menawarkan suatu bisnis:
Temanmu masuk dan berkata bahwa orang tuamu datang. Kamu percaya. Tapi kamu bertanya-tanya untuk apa orang tuamu datang ke kotamu? Karena it...
Temanmu masuk dan berkata bahwa orang tuamu datang. Kamu percaya. Tapi kamu bertanya-tanya untuk apa orang tuamu datang ke kotamu? Karena itu, meskipun ingin bangkit, kamu tetap bermain.
Seorang temanmu yang lain masuk dan berkata bahwa ia baru saja bertemu dengan orang tuamu di persimpangan. Kamu pun menjadi yakin. Dan itu memberimu cukup kekuatan untuk bangkit dan berjalan ke depan.
Sekarang ini kukira berburu tidak lebih dari sekadar hobi. Tapi dulu berburu sempat menjadi sebuah cara manusia menghidupi keluarganya. Tak ...
Sekarang ini kukira berburu tidak lebih dari sekadar hobi. Tapi dulu berburu sempat menjadi sebuah cara manusia menghidupi keluarganya. Tak heran jika para ulama terdahulu menjelaskan agama dalam bahasa para pemburu.
“Tidak ada yang mengetahuinya kecuali sang waktu.” “Biarlah waktu yang menjawab.” Kata-kata semacam itu pernah membuatku gusar. Jika hanya w...
“Tidak ada yang mengetahuinya kecuali sang waktu.” “Biarlah waktu yang menjawab.”
Kata-kata semacam itu pernah membuatku gusar. Jika hanya waktu yang mengetahui lalu dimana Allah? pikirku. Sebagai penikmat sains, aku mengagumi waktu lebih dari orang-orang di sekitarku TAPI aku tidak sampai mengagungkannya sebagaimana aku mengagungkan Sang Pencipta.
Yang disuruh amar ma'ruf dulu baru kemudian nahi munkar. Tapi kamu belum apa-apa sudah nahi munkar. Nahi munkarmu pun tak beradab. Perin...
Yang disuruh amar ma'ruf dulu baru kemudian nahi munkar. Tapi kamu belum apa-apa sudah nahi munkar.
Nahi munkarmu pun tak beradab. Perintah pertamanya cegah dengan tangan, bukan cegah dengan lisan yang hanya akan bikin mad'u jadi malu. Tapi dengan kesempitan hatimu yang kamu pikirkan soal tangan cuma memukul dan memaksa. Tak terpikirkah olehmu untuk menyembunyikan, menyibukkan, atau menggelitiknya?
Hari ini saya akan bicara satu pandangan pribadi saya yang mungkin sangat tidak populer mengenai orang-orang non-muslim. Yaitu, pandangan sa...
Hari ini saya akan bicara satu pandangan pribadi saya yang mungkin sangat tidak populer mengenai orang-orang non-muslim. Yaitu, pandangan saya bahwa “Tidak semua non-muslim berakhir di siksa dalam neraka” Saya harap teman-teman tidak buru-buru menghukum saya atas pandangan saya tersebut. Kepada para ustadz, saya berharap agar saya tidak dibiarkan jika saya ini tersesat dan pandangan saya ini menyesatkan.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi pernah bersabda: "Setelah penduduk surga masuk ke surga dan penduduk neraka masuk ke neraka, ...
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi pernah bersabda:
"Setelah penduduk surga masuk ke surga dan penduduk neraka masuk ke neraka, maka Allah Ta'ala pun berfirman, 'Keluarkanlah dari neraka orang-orang yang dalam hatinya terdapat iman walaupun sebesar biji sawi.' Mereka pun dikeluarkan dari neraka. Hanya saja tubuh mereka..."
Dari sini, diketahui bahwa iman adalah perkara yang sangat mahal. Sekecil-kecil iman kelak akan dibalas Allah dengan surga yang luasnya 10 kali lipat bumi ini. Dibandingkan dengan iman, emas yang senantiasa membuat kita bersaing dan bermusuhan sama sekali bukan apa-apa. Jangankan sebesar biji sawi, sebesar semangka pun, emas belum cukup untuk membeli lahan seluas bumi ini, bahkan satu pulau atau kecamatan pun belum.
Pertanyaannya, adakah iman kita ini sekurang-kurangnya sebesar biji sawi itu? Tahukah kamu manusia macam apa yang imannya sebesar biji sawi itu?
Mari Terhubung
Jika kamu sudah baca satu atau dua tulisanku, hubungilah aku. Aku suka berdiskusi dan menjawab pertanyaan.