Jelas bahwa perempuan merupakan makhluk yang sulit dimengerti, logikanya terbolak-balik, kehendaknya bertentangan dengan kehendaknya sendir...

Memahami Ketertarikan Pria pada Wanita

kenapa laki-laki tergila-gila pada perempuan

Jelas bahwa perempuan merupakan makhluk yang sulit dimengerti, logikanya terbolak-balik, kehendaknya bertentangan dengan kehendaknya sendiri. Meskipun kedengarannya konyol, laki-laki jauh lebih konyol lagi. Laki-laki berkata bahwa logika mereka sempurna tapi mereka terang-terang mengaku bahwa keinginan terbesar mereka adalah perempuan.

Benar bahwa perempuan itu memusingkan dan merepotkan tapi tetap saja tidak ada yang lebih diinginkan laki-laki melebihi perempuan. Jika tidak begitu, tentulah Adam tidak merasa kesepian dalam surga. Ada sesuatu dalam diri Hawa yang menurut Adam tidak dapat digantikan oleh surga berikut segala fasilitas di dalamnya. Bagaimana bisa begitu?

SERUPA

Satu hal yang membuat kaum Hawa berbeda dari segala kesenangan selainnya di dunia ini adalah mereka amat serupa dengan kita. Matanya sama, hidungnya juga sama. Tangannya sama, kakinya juga sama. Kulitnya sama, batinnya juga sama. Dengan semua kesamaan itu kukira tidaklah mengherankan apabila Nabi Adam terkesima saat pertama kali memandang ibunda kita Hawa. Ia begitu serupa dengan dirinya sendiri.

BAGIAN DARI DIRI

Sudah menjadi kecenderungan tiap-tiap sesuatu untuk mencintai dirinya sendiri lebih dari apapun. Kita menyukai makanan karena makanan itu membuat kita dapat berdiri di atas bumi ini lebih lama. Tetapi kecintaan kita terhadap makanan tidak ada apa-apanya dibandingkan kecintaan kita terhadap anak-anak kita. Kita rela tidak makan demi anak-anak kita. Mengapa? Karena kita tahu bahwa mereka bagian dari diri kita juga. Mungkin perasaan macam itu juga yang muncul dalam diri Nabi Adam ketika diberitahu dari apa Hawa dijadikan.

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum : 21)

Karena dua alasan itu, para raja menjadi pelayan bagi istri-istri mereka. Karena dua alasan itu, Nabi Adam lebih memilih membersamai Hawa ketimbang ditinggalkan sendiri dalam surga. Karena dua alasan itulah, kaum Adam mencintai kaum Hawa sedemikian rupa.

Lalu, bagaimana memahami hal ini membantu kita mengenal Allah?

Dalam tulisan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa manusia menempati kedudukan yang istimewa di sisi Allah. Kita bukan hanya salah satu ciptaannya tapi makhluk yang diciptakan Allah dengan tangan-Nya sendiri. Tidak banyak makhluk yang mendapat keistimewaan ini sehingga tidak mengherankan apabila kita diberi oleh Allah karunia lebih dari makhluk lainnya. Tapi lebih dari itu, yang benar-benar membedakan kita dari makhluk lainnya adalah karena kita berasal dari Dia.

ثُمَّ سَوّٰىهُ وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِهٖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya (bagian) dari ruh-Nya (sendiri) dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) sedikit sekali yang kamu syukuri." (QS. As-Sajdah: 9)

Dengan mengetahui perkara ini, kukira dapatlah kita pahami mengapa Dia mencintai kita sedemikian rupa. Dia mencintai kita sebagaimana kaum Adam mencintai kaum Hawa yang dijadikan dari tulang rusuknya sendiri. Dia mencintai kita sebagaimana seorang perempuan mencintai anak yang sebelumnya berada dalam tubuhnya sendiri.

Tidak hanya itu! Selain diciptakan dengan tangan-Nya sendiri dengan ruh dari ruh-Nya sendiri, kita juga diciptakannya menurut rupa Dia sendiri. Bukan dalam arti Allah memiliki tangan dan kaki seperti tangan dan kaki kita tetapi dalam arti bahwa kita adalah satu-satunya makhluk yang hidup (hayat), mendengar (sama’), melihat (bashar) dan berkata-kata (kalam) secara sempurna. Kita juga seolah mengetahui (ilmu), berkehendak bebas (iradah), dan memiliki kekuatan (qudrah) yang mana itu semua merupakan sifat-sifat-Nya sendiri. Kita adalah makhluk yang dengan melihatnya Allah dapat melihat sifat-sifat-Nya sendiri.

Demikianlah. Kita tidak dapat mengenal Allah sebenar-benarnya tanpa mehamami besarnya kasih sayang yang telah dilimpahkan-Nya kepada umat manusia. Dan kita tidak dapat memahami besarnya kasih sayang itu tanpa memahami besarnya kecenderungan kita pada pasangan kita sendiri. Itulah sebabnya disebutkan bahwa menikah adalah separuh agama.

Tulisan ini adalah satu di antara tulisan dalam bukuku berikutnya, Separuh Agama. Jika kamu tertarik untuk memahami bagaimana kehidupan pernikahan dapat mendekatkan kita kepada Allah lebih dari ibadah lainnya, pesanlah https://wa.me/6282123758360. Ada diskon khusus untuk 100 pemesan pertama.