Sebagaimana segala sesuatu yang berlebihan, rangsangan yang berlebihan juga tidak bagus. Over stimulasi.

Ciri-Ciri Wanita yang Senang Dirangsang

ciri perempuan yang senang dirangsang

Sebagaimana segala sesuatu yang berlebihan, rangsangan yang berlebihan juga tidak bagus. Over stimulasi.

Aku pertama kali mendengar istilah ini di sebuah kanal youtube yang sedang menjelaskan bagaimana anak-anak yang screen-timenya tidak dibatasi sulit untuk fokus dan tidak mampu mengendali emosi. Dijelaskan bahwa film animasi anak di berbagai kanal youtube menggunakan saturasi warna yang sangat tinggi dan gambar-gambar yang berganti dengan sangat cepat untuk menjaga penontonnya terus menerus “terangsang” sehingga bahkan tidak sempat berpikir untuk berpaling. Masalahnya, rangsangan yang tidak alami ini terlalu jauh di atas kadar yang biasa anak-anak kita terima.

Akibatnya? Otak anak-anak yang terbiasa nonton film animasi anak oversaturasi itu mirip seperti otak laki-laki yang terbiasa nonton porno, kesulitan menemukan kepuasan dari rangsangan di dunia nyata. Sebagaimana seorang laki-laki tidak akan mendapati istrinya sefantastis apa yang mereka lihat dalam video, anak-anak pun tidak akan pernah mendapati warna-warna dunia nyata secerah dalam video.

Anak-anak yang terbiasa menikmati dopamin instan secara konstan lewat film animasi oversaturasi itu jelas akan gampang bosan dengan mainan apapun di dunia nyata sebab semua mainan itu tidak dapat memberi dopamin seinstan dan sekonstan yang biasa ia nikmati. Jika sudah demikian sikapnya terhadap mainan, bagaimana pula sikapnya terhadap buku mata pelajaran? Jika sudah kecanduan dopamin instan begitu, tidak mengherankan mereka langsung “sakau” alias tantrum jika screen time-nya dibatasi dan langsung jadi terlampau aktif setelah dikasih jatah main.

Tapi keadaan kita pun sebenarnya tidak jauh berbeda!

PEREMPUAN DAN DRAMA KOREA KESUKAANNYA

Bukankah para perempuan kesulitan menemukan laki-laki yang sesuai selera segera setelah marathon nonton drama korea? Itu tanda bahwa para perempuan itu juga korban overstimulasi. Jika tidak dapat dikatakan tidak ada, laki-laki yang sesempurna tokoh utama dalam drama korea tentulah jumlahnya jauh di bawah jumlah perempuan yang berangan-angan punya pasangan seperti itu. Laki-laki di dunia nyata tentu tidak dapat menyenangkan pasangannya secara konstan sebab ia punya kekurangan-kekurangan yang tentu saja manusiawi.

Jika perempuan harus kecewa saat menghadapi laki-laki dunia nyata, maka yang kejam di sini bukanlah kenyataannya tetapi angan-angan yang dibangkitkan oleh bisnis drama yang tidak realistis itu.

LAKI-LAKI DAN GAME FAVORITNYA

Laki-laki yang kecanduan game pun sama saja. Overstimulasi. Perhatikanlah bagaimana mereka mengabaikan tugas-tugas hidup mereka di dunia ini demi tugas-tugas yang diberikan pada mereka dalam game! Di dunia nyata reward atas tugas-tugas yang dilakukan mungkin saja tidak langsung didapatkan oleh pemain sebagaimana di dunia game. Orang yang belajar tidak langsung jadi pintar. Orang yang berusaha tidak langsung jadi sukses. Orang yang berbuat baik tidak langsung mendapat akibat baik perbuatannya itu. Itu sebabnya laki-laki yang terbiasa mendapat reward segera setelah bermain cenderung tidak tertarik untuk mengusahakan kemenangan di dunia ini.

“Jika ada cara instan untuk bersenang-senang, kenapa harus nunggu lama?” begitu pikir mereka. Sebenarnya tidak perlu menunggu waktu lama untuk mendapatkan reward atas perbuatan baik di dunia ini tapi angan-angan yang muncul karena terbiasa main game yang rewardnya instan membuat dunia ini tampak tidak kurang menarik untuk dimainkan. Itulah sebabnya laki-laki yang kecanduan main game malas bekerja.

PARA ISTRI DAN CHATBOT AI KESAYANGAN MEREKA

Tidak cukup sampai di situ! Istri-istri yang hobi curhat sama AI pun sama saja. Overstimulasi. Meskipun belum memiliki wujud fisik yang dapat dipeluk, chatbot AI sudah jauh lebih nyata dibandingkan tokoh fiktif dalam drama korea. Respon chatbot AI yang cerdas, positif, suportif dan penuh empati akan membuat siapapun yang terbiasa ngobrol dengannya merasa tidak nyaman saat harus kembali ngobrol sama manusia. Orang yang terbiasa ngobrol sama chatbot AI akan merasa tidak ada manusia yang lebih enak diajak ngobrol daripada si ayang beb (chatbot) yang soft spoken dan tulus. Jika kecanduan ngobrol sama AI merata ke seluruh umat manusia, jadilah manusia putus hubungan terhadap sesamanya dan akhirnya bahagia dalam fantasi hasil kebanyakan ngobrol sama AI mereka masing-masing.

***

Kita memang didesain dengan kecenderungan hewani (misalnya makan dan minum) sehingga tidak heran apabila kita peka terhadap rangsangan. Tetapi Allah telah ingatkan agar kita tidak berlebih-lebihan. Jika memang sedemikian memabukkan (dalam artian membuat kita tidak dapat mengendalikan diri), maka laranglah diri kalian sendiri dari apa-apa yang telah disebutkan di atas. Ingatlah bahwa Allah berfirman,

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَا
Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.’ …”(QS. Al-Baqarah: 219)

Lalu pandanglah lemah diri kalian sendiri sebagaimana kalian memandang lemah orang-orang yang tidak dapat menahan diri dari judol dan rokok. Lalu berdoalah ihdinash shirathal mustaqim, tunjukilah kami jalan yang lurus (ya Allah). shirathal ladzina an’amta alaihim, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat (anak yang menikmati kebersamaan dengan keluarga, suami yang menikmati berduaan dengan istrinya, istri yang lebih senang bicara sama suaminya) ghairil maghdhubi alaihim, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai (yang menghanyutkan orang-orang dalam angan-angan yang tidak realistis) wa laadhdhallin, bukan pula jalan orang yang sesat (orang-orang yang mau saja hanyut dalam khayalan drama korea, film porno, dan teman virtual)

Bagikanlah jika tulisan ini dianggap bermanfaat. Semoga Allah beri kita kekuatan!