Siapa Caca?

Jumat, 27 Mei 2016

advertisement
Habib Asyrafy penulis novel Cerita Caca

Tidak terasa sudah dua tahun sejak Cerita Caca pertama kali terbit. Walau pembacanya belum dapat dikatakan banyak, aku senang komentar-komentar positif tentangnya terus saja bermunculan. Sering kali kutemui, di antara komentar-komentar itu terselip pertanyaan yang sepertinya menghantui hampir setiap orang yang baru selesai membaca Cerita Caca. Pertanyaan itu adalah:
1) Apakah kisah ini benar-benar nyata?
2) Siapa Caca sebenarnya?

Jika saat ini kalian pun menanyakan hal yang sama, tulisan ini untuk kalian.

NOVEL FIKSI

Aku tidak akan berbasa-basi. Kalian mungkin hanyut dalam kisah yang diceritakan Rafi pada gadis yang sedang galau itu tapi percayalah Cerita Caca tidak nyata! Caca, Farhan, Bila, Sarah dan Febi hanyalah tokoh rekaan yang tidak benar-benar ada.

Kisah mereka terasa hidup karena aku memang menuliskannya berdasarkan kenyataan yang tengah terjadi di kalangan pemuda dan pemudi zaman ini. Bahkan bukan tidak mungkin kisah salah seorang diantara mereka adalah kisah kalian sendiri. Aku memang punya tokoh-tokoh nyata yang karakternya kujadikan model bagi setiap tokoh dalam Cerita Caca tapi mereka tidak pernah bertemu di dunia nyata.

Alasan lain mengapa kisah ini terasa begitu nyata adalah tokoh-tokohnya yang dibangun jauh dari kata sempurna (persis seperti pemuda pemudi zaman ini). Bisa saja sih aku membangun tokoh yang sangat-sangat baik sehingga tiap perilakunya bisa dijadikan teladan layaknya para sahabat Nabi tapi kalian telah memiliki tokoh seperti itu dalam Ayat-Ayat Cinta yang luarbiasa itu.

Jadi, berhentilah mengira aku adalah Farhan atau istriku adalah Caca.

IDENTITAS CACA 

Dengan jawabanku atas pertanyaan pertama harusnya jelaslah jawabanku untuk pertanyaan kedua ini. Meskipun begitu, aku tetap akan menjawab, siapa Caca sebenarnya?

Bagiku Caca adalah potret hampir setiap perempuan yang ada di negeri ini. Perempuan mana yang tidak menghargai kecantikan seperti Caca? Perempuan mana yang tidak pernah ingin menarik perhatian seorang laki-laki seperti Caca? Perempuan mana yang tidak pernah bingung di hadapan aturan-aturan agama yang kini terasa berlawanan dengan tuntutan zaman? Jawabannya hampir tidak ada.

Lewat Caca aku ingin sampaikan bagaimana sebaiknya seorang perempuan menghadapi perasaannya sendiri, bagaimana sebaiknya ia memilih teman dekatnya dan bagaimana sebaiknya ia memilih teman hidupnya. Saat setiap perempuan di negeri ini melalui lembar-lembar Cerita Caca, aku harap mereka ikut merasakan apa yang Caca rasakan dan ikut menjadi dirinya di akhir cerita.

Jadi, sudahkah kalian temukan rahasia cantik Caca? Karena insyaallah Agustus 2017 novel kedua Cerita Caca akan terbit.
 

Tulisan Populer

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Selalu ketinggalan tulisan terbaruku? Tinggalkan saja alamat emailmu! Jadi aku bisa memberitahumu tiap kali sebuah tulisan baru terbit.